Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Filsafat

Evolusi Masa Depan Manusia: Manusia berhenti berpikir?

Belakangan ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggulirkan wacana pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Bagi sebagian orang, kebijakan ini terasa seperti langkah protektif yang masuk akal. Media sosial memang penuh risiko: paparan hoaks, cyberbullying , pornografi, penipuan digital, hingga praktik grooming yang mengancam anak-anak. Namun bagi sebagian yang lain, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar: apakah pembatasan seperti ini benar-benar solusi, atau hanya upaya sementara untuk menahan gelombang perubahan teknologi yang jauh lebih besar? Pertanyaan ini penting, karena media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia telah menjadi ruang sosial baru, sebuah dunia paralel tempat manusia membangun identitas, pengetahuan, bahkan realitasnya sendiri. Di titik ini, perdebatan tentang pembatasan media sosial sebenarnya bukan sekadar soal regulasi digital. Ia menyentuh pertanyaan yang jauh lebih mendasar: a...

Dunia Simulasi, Anime Sword Art Online: Game, Moral dan Kepercayaan

Tulisan ini berangkat dari video mengenai Dunia Simulasi [1] oleh akun channel Youtube Martin Suryajaya [2] yang memang memiliki konsistensi terhadap konten kefilsafatan. Martin Suryajaya berangkat dari hipotesis Nick Bostrom yang juga membahas mengenai simulasi yang berjudul “ Are You Living In A Computer Simulation?” [3] . Rasanya sangat hampir mustahil ketika dunia yang kita tempati termasuk isinya dan diri kita sendiri adalah sebuah simulasi dari sebuah komputer besar yang bekerja secara masif dan dikerjakan oleh sebuah entitas yang lebih cerdas dari manusia. Martin Suryajaya menyebutkan kemungkinan bahwa dunia hanyalah simulasi sangat kecil bahkan hampir mendekati mustahil atau yang disebut dengan istilah Highly Improbable karena kita dapat bergerak sendiri, berpikir sendiri dan lain lain dengan kesadaran sendiri, namun dapatkah hal itu membuktikan bahwa kesadaran kita adalah bukan ilusi? Martin Suryajaya mengatakan dalam videonya bahwa gagasan mengenai dunia simulasi sudah ...

The Archeology of Knowledge

  The Archaeology of Knowledge , bukan penyajian teori formal yang dibangun secara logis pada aksioma-aksioma, tetapi deskripsi tentang pendekatan khusus terhadap sejarah ("cara berbicara" tentang sejarah). Analisis arkeologi berusaha untuk menggambarkan sejarah wacana, himpunan 'hal-hal yang dikatakan' dalam semua interelasi dan transformasinya.  Proses-proses ini terjadi pada tingkat yang sangat spesifik, yang bukan tingkat peristiwa sejarah, atau tingkat 'kemajuan' teleologis ide-ide, atau tingkat akumulasi pengetahuan formal, maupun tingkat yang populer atau tidak terucapkan-Semangat zaman-"Analisis wacana" mengabaikan semua prasangka tentang kesatuan historis atau kontinuitas, yang menggambarkan proses wacana dalam semua gangguan, ambang batas, perbedaan, dan varietas yang kompleks.  Arkeologi , mengungkap kondisi-kondisi pengetahuan klinis ketika kondisi-kondisi itu terbentuk dalam wacana, atau semacam Genealogi mencari, seperti arkeologi, untu...

Hans-Georg Gadamer: Kebenaran dan Metode

Hans-Georg Gadamer adalah seorang filosof Hermeneutik yang dilahirkan di kota Breslau pada 11 Februari 1900. Kajian sederhana ini diinspirasi oleh kehebohan karya Gadamer yang berjudul Wahrheit und Methode. Grundziige einer philosophischen Hermeneutik [Kebenaran dan Metode: Sebuah Hermeneutika Filosofis Menurut Garis Besarnya] (1960). Selain berhasil melambungkan nama Gadamer sejajar dengan nama para filsuf sebelumnya, magnum opus ini juga berhasil mendobrak kebuntuan dunia pemahaman yang sempat mandek. Gadamer sengaja memberi judul bukunya yang monumental ini, Truth and Method (Kebenaran dan Metode), sarat dengan semangat polemik. Kalimat yang dipisahkan oleh kata dan menunjukkan adanya ketegangan tertentu. Ia ingin menantang secara konstruktif metode-metode empiris untuk masuk ke wilayah ilmu-ilmu humaniora. Untuk mencapai kebenaran dalam konteks konstelasi penafsiran, seorang hermeneut mesti lari dari cengkraman metode untuk kemudian menceburkan diri di tengah pusaran dialektika t...

Bersetubuh dengan Artificial Intellegence (AI) : Isu Posthuman di Kancah Industri Perfilman (Review Film Her (2013)).

Bisakah otak anda membayangkan dan menerima manusia yang jatuh cinta (sebenarnya cinta selayaknya cinta kepada seorang kekasih) dengan sebuah barang? Inilah yang akan anda alami dan yang menjadi premis di film Her karya Spike Jonze ini. Ada beberapa Jawaban yang dapat menjawab pertanyaan di atas. Pertama, anda dapat menjawab iya karena semua dapat saja terjadi, bahkan dalam masalah percintaan. Kedua, tidak karena bagaimanapun itu adalah barang atau benda mati. Sedangkan manusia sudah diciptakan berpasangan, laki-laki-perempuan. Film ini menceritakan seorang pria kesepian bernama Theodore Twombly yang diperankan oleh Joaquin Phoenix (pemeran joker dalam film ‘Joker’) yang bekerja di perusahaan jasa penulisan surat cinta. Hal ini sangat bertentangan denhan karakter Theorode sebagai pria introvert yang kesepian. Setting waktu film Her berada di masa depan dimana teknologi sudah sangat maju. Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan sudah sangat mutakhir dan canggih. Theodore me...

Dominasi Simbolik Pierre Bourdieu dalam Novel Max Havelaar: Analisis Jurnal

  Kehidupan sosial merupakan kehidupan yang sewajarnya terjadi dalam lingkungan masyarakat. Keterkaitan antara masyarakat dan lingkungan sosial ini menyebabkan munculnya interaksi sosial yaitu adanya suatu hubungan atau komunikasi antar-masyarakat sosial baik antar-individu, antar-kelompok, maupun individu dengan kelompok. Pergesekan antarunsur masyarakat secara langsung maupun tak langsung juga menimbulkan suatu interaksi sosial yang dapat menyebabkan dampak positif atau negatif. Interaksi sosial juga menjadi dasar terjadinya suatu sikap dominasi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Hal itu sesuai dengan pendapat Haryatmoko bahwa semua masyarakat selalu ada yang menguasai dan dikuasai. Seakan berkaitan dengan nama penanya, novel ini menceritakan penderitaan dan penindasan yang dirasakan rakyat Indonesia atau biasa disebut sebagai kaum pribumi pada zaman penjajahan Belanda dan mengungkap kekejaman pemerintahan Belanda di Indonesia yang menerapkan kebijakan tanam paksa pada ...

NKRI Harga Mati sebuah slogan yang menjadi ideologi : Analisis Kritis teori hegemoni Antonio Gramsci.

Kemenangan Joko Widodo atas Prabowo dalam pilpres 2019 menandakan kemenangan keduanya atas Prabowo dua kali berturut-turut di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Pesta Demokrasi di Indonesia sudah menjadi sebuah tradisi bagi bangsa Indonesia yang selalu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pilpres tahun 2019 adalah terakhir kali pesta demokrasi di Indonesia dilaksanakan. Dalam pesta demokrasi terdapat pertarungan para calon presiden dan calon wakil presiden yang berebut menuju kursi kekuasaan tertinggi di Indonesia. Selain pertarungan sang calon juga terdapat pertarungan ideologi di kedua belah pihak. Pada pilpres 2019 pertarungan Ideologi antara kubu Jokowi dengan slogan NKRI Harga Mati dengan kubu prabowo dengan slogan NKRI bersyariat menjadi sangat terlihat. Dengan kemenangan ini terlegitimasi sudah ideologi yang dibawa kubu Jokowi sebagai ideologi yang mutlak dengan kuatnya di segala lini pemerintahan. Slogan NKRI harga mati sudah menjadi sebuah ideologi. Pada awalnya sl...

OTORITAS INTELEKTUAL DAN MORAL HARUN NASUTION UNTUK PEMIKIRAN ISLAM YANG KEBAHARUAN.

(source: republika.co.id) Prof. Dr. Harun Nasution merupakan seorang filsuf dan pemikir Islam yang dikenal memiliki kecerdasan intelektual dan sudah diakui yang lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, 23 September 1919 dan wafat di Jakarta tanggal 18 September 1998. Harun Nasution pernah menjabat sebagai rektor IAIN Syarif Hidayatullah-sekarang UIN Syarif Hidayatullah. Prof. Dr. Said Agil Husin al Munawar, MA (2001 : X) pernah menuliskan tentang Harun Nasution bahwa beliau sangat berjasa bagi pengembangan program pascasarjana IAIN di Indonesia. Perbedaan pendapat dalam Islam adalah hal yang tidak asing dan memang sudah ada sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. yang terus berkembang hingga hari ini. Umat Islam selalu sibuk dengan perdebatan akan perbedaan pendapat antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain sehingga melupakan apa yang sebenarnya mereka debatkan, apakah benar atau salah. Lalu bagaimana pemahaman terkait Islam yang...