Langsung ke konten utama

Postingan

Hans-Georg Gadamer: Kebenaran dan Metode

Hans-Georg Gadamer adalah seorang filosof Hermeneutik yang dilahirkan di kota Breslau pada 11 Februari 1900. Kajian sederhana ini diinspirasi oleh kehebohan karya Gadamer yang berjudul Wahrheit und Methode. Grundziige einer philosophischen Hermeneutik [Kebenaran dan Metode: Sebuah Hermeneutika Filosofis Menurut Garis Besarnya] (1960). Selain berhasil melambungkan nama Gadamer sejajar dengan nama para filsuf sebelumnya, magnum opus ini juga berhasil mendobrak kebuntuan dunia pemahaman yang sempat mandek. Gadamer sengaja memberi judul bukunya yang monumental ini, Truth and Method (Kebenaran dan Metode), sarat dengan semangat polemik. Kalimat yang dipisahkan oleh kata dan menunjukkan adanya ketegangan tertentu. Ia ingin menantang secara konstruktif metode-metode empiris untuk masuk ke wilayah ilmu-ilmu humaniora. Untuk mencapai kebenaran dalam konteks konstelasi penafsiran, seorang hermeneut mesti lari dari cengkraman metode untuk kemudian menceburkan diri di tengah pusaran dialektika t...

Bersetubuh dengan Artificial Intellegence (AI) : Isu Posthuman di Kancah Industri Perfilman (Review Film Her (2013)).

Bisakah otak anda membayangkan dan menerima manusia yang jatuh cinta (sebenarnya cinta selayaknya cinta kepada seorang kekasih) dengan sebuah barang? Inilah yang akan anda alami dan yang menjadi premis di film Her karya Spike Jonze ini. Ada beberapa Jawaban yang dapat menjawab pertanyaan di atas. Pertama, anda dapat menjawab iya karena semua dapat saja terjadi, bahkan dalam masalah percintaan. Kedua, tidak karena bagaimanapun itu adalah barang atau benda mati. Sedangkan manusia sudah diciptakan berpasangan, laki-laki-perempuan. Film ini menceritakan seorang pria kesepian bernama Theodore Twombly yang diperankan oleh Joaquin Phoenix (pemeran joker dalam film ‘Joker’) yang bekerja di perusahaan jasa penulisan surat cinta. Hal ini sangat bertentangan denhan karakter Theorode sebagai pria introvert yang kesepian. Setting waktu film Her berada di masa depan dimana teknologi sudah sangat maju. Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan sudah sangat mutakhir dan canggih. Theodore me...

Dominasi Simbolik Pierre Bourdieu dalam Novel Max Havelaar: Analisis Jurnal

  Kehidupan sosial merupakan kehidupan yang sewajarnya terjadi dalam lingkungan masyarakat. Keterkaitan antara masyarakat dan lingkungan sosial ini menyebabkan munculnya interaksi sosial yaitu adanya suatu hubungan atau komunikasi antar-masyarakat sosial baik antar-individu, antar-kelompok, maupun individu dengan kelompok. Pergesekan antarunsur masyarakat secara langsung maupun tak langsung juga menimbulkan suatu interaksi sosial yang dapat menyebabkan dampak positif atau negatif. Interaksi sosial juga menjadi dasar terjadinya suatu sikap dominasi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Hal itu sesuai dengan pendapat Haryatmoko bahwa semua masyarakat selalu ada yang menguasai dan dikuasai. Seakan berkaitan dengan nama penanya, novel ini menceritakan penderitaan dan penindasan yang dirasakan rakyat Indonesia atau biasa disebut sebagai kaum pribumi pada zaman penjajahan Belanda dan mengungkap kekejaman pemerintahan Belanda di Indonesia yang menerapkan kebijakan tanam paksa pada ...

PENCURI API

  Tragedi dan Halusinasi Mereka semu dan kita juga Barangkali kawannya mengharapkan belas kasih Aku katakan kita makhluk lemah Namun mereka jauh lebih lemah Mereka membunuh dengan darah di punggungnya Kawannya membunuh dengan dasi dan kemeja licin beraroma Paris Bukankah hidup itu indah? Menghayati dan mencintai hidup dengan biasa dalam harmoni nada Mozart di selipan detakkan Yang menarik pelatuk tak tahu, dia bunuh diri Kematian adalah mutlak dan ditakuti sekaligus disembah Pembunuhan adalah penghinaan atas kematian Bunuh diri adalah penghinaan atas kehidupan Bibir merekah seakan bunuh adalah hasrat naluriah Memandang harapan akan yang disana dan nanti dengan segala harapan Bunuh jalannya menuju yang disana Dia yang menghayati hidup akan terbunuh di kemudian.

ARGUMEN KETUHANAN ARGUMEN ONTOLOGIS DAN ARGUMEN KOSMOLOGIS (Telaah Buku Philosophy of Religion karya John H Hick)

  source: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhCllAtk8c1QzoC2Jt9ZetTDRXrNtrKpVU_l5ZnwmnSAfUugToyDHLEANLZJ3WdWvOYTdjxfHQMu8qoHMlmYsXSNMQd7lpuLdl5Xw4iUrtnULSp4sVVRd21lH5oN0eJTAy5Ftx5-4flpg/s1600/meta1. jpg A.     Argumen Ontologis Argumen Ontologis yang terkenal dalam filsafat ialah argumen dari Anselm/Ancelmus seorang pemikir dan teolog yang juga pernah menjadi Uskup Agung. Anselmus membedakan antara sesuatu, x, yang ada di pikiran saja dan yang ada di dalam kenyataan. Jika wujud paling sempurna yang bisa dibayangkan hanya ada di dalam pikiran, maka kita harus memiliki kontradiksi tentang kemungkinan untuk membayangkan makhluk yang lebih sempurna, yaitu, makhluk yang sama yang ada dalam kenyataan dan juga di pikiran. Oleh karena itu, makhluk yang paling sempurna yang dapat dibayangkan harus ada dalam kenyataan dan juga dalam pikiran. Rumusan Anselmus sendiri berasal atas potongan klasik dari penalaran filosofis yang ditemukan dalam b...

Teodisi : Kejahatan dan Kebaikan (Filsafat Agama)

Fallen Angel Alexandre Cabanel's paint Bagi banyak orang, lebih dari apa pun, kedalaman dan tingkat penderitaan manusia yang mengerikan, bersama dengan keegoisan dan keserakahan yang menghasilkan begitu banyak hal ini, yang membuat gagasan tentang Pencipta yang pengasih tampak tidak masuk akal dan mengarahkan mereka ke salah satu tujuan. berbagai teori naturalistik agama. Daripada mencoba untuk mendefinisikan "kejahatan" dalam kerangka beberapa teori teologis (misalnya, sebagai "yang bertentangan dengan kehendak Tuhan"), tampaknya lebih baik untuk mendefinisikannya secara pura-pura, dengan menunjukkan apa yang dimaksud oleh kata tersebut. Itu merujuk pada rasa sakit fisik, penderitaan mental, dan kejahatan moral. Yang terakhir adalah salah satu penyebab dari dua yang pertama, karena rasa sakit manusia yang sangat besar muncul dari ketidakmanusiawian manusia. Rasa sakit ini termasuk bencana besar seperti kemiskinan, penindasan dan penganiayaan, perang, dan semua ...

NKRI Harga Mati sebuah slogan yang menjadi ideologi : Analisis Kritis teori hegemoni Antonio Gramsci.

Kemenangan Joko Widodo atas Prabowo dalam pilpres 2019 menandakan kemenangan keduanya atas Prabowo dua kali berturut-turut di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Pesta Demokrasi di Indonesia sudah menjadi sebuah tradisi bagi bangsa Indonesia yang selalu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Pilpres tahun 2019 adalah terakhir kali pesta demokrasi di Indonesia dilaksanakan. Dalam pesta demokrasi terdapat pertarungan para calon presiden dan calon wakil presiden yang berebut menuju kursi kekuasaan tertinggi di Indonesia. Selain pertarungan sang calon juga terdapat pertarungan ideologi di kedua belah pihak. Pada pilpres 2019 pertarungan Ideologi antara kubu Jokowi dengan slogan NKRI Harga Mati dengan kubu prabowo dengan slogan NKRI bersyariat menjadi sangat terlihat. Dengan kemenangan ini terlegitimasi sudah ideologi yang dibawa kubu Jokowi sebagai ideologi yang mutlak dengan kuatnya di segala lini pemerintahan. Slogan NKRI harga mati sudah menjadi sebuah ideologi. Pada awalnya sl...