“Ratapan Sang MCB”
Aku si kecil di pojok dinding,
Tak pernah dipuji, jarang dibimbing.
Namaku MCB, penjaga tegangan,
Bekerja diam, tak cari pujian.
Namun kini nasibku makin kelam,
Dicun tuanku tanpa dendam.
Dipaksa kuat, bebanku dilipat,
Gerinda, AC, mesin las melesat!
Kupeluh deras, hatiku gentar,
Arus melaju, nyaris terbakar.
Tapi tuanku tertawa saja:
“Tenang, yang penting nyala semua.”
Oh PLN, dengarlah ratapanku,
Bukan salahku jika kabel terbakar pilu.
Aku cuma saksi dari ambisi,
Yang ingin 450W menghidupi negeri.
------
By. Widhianto

Komentar
Posting Komentar