Pohon yang Tak Lagi Menunggu Hujan
Aku pernah menjadi pohon
yang tak tumbuh karena terlalu lama menanti hujan
dari langit yang sibuk bercermin
pada danau-danau asing.
Daunku menguning
bukan karena musim,
tapi karena rindu
yang tak pernah disirami dengan pengertian.
Akar-akar sabarku menggali tanah
mencari sisa-sisa harapan
yang terkubur oleh janji yang tak pernah mekar.
Lalu angin datang,
bukan untuk membawa kabar,
tapi untuk mengingatkanku
bahwa pohon tak harus menunggu langit
untuk tetap hidup.
Maka kutumbuhkan ranting ke arah cahaya lain,
kubiarkan burung-burung baru bersarang,
dan tak lagi kusesali
langit yang memilih padang lain untuk hujannya.
Karena pohon juga bisa bertahan
dengan akarnya sendiri,
dan cinta…
tak selalu berarti tetap berdiri di tempat yang sama.
Widhianto
Komentar
Posting Komentar