Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Evolusi Masa Depan Manusia: Manusia berhenti berpikir?

Belakangan ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggulirkan wacana pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Bagi sebagian orang, kebijakan ini terasa seperti langkah protektif yang masuk akal. Media sosial memang penuh risiko: paparan hoaks, cyberbullying , pornografi, penipuan digital, hingga praktik grooming yang mengancam anak-anak. Namun bagi sebagian yang lain, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar: apakah pembatasan seperti ini benar-benar solusi, atau hanya upaya sementara untuk menahan gelombang perubahan teknologi yang jauh lebih besar? Pertanyaan ini penting, karena media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia telah menjadi ruang sosial baru, sebuah dunia paralel tempat manusia membangun identitas, pengetahuan, bahkan realitasnya sendiri. Di titik ini, perdebatan tentang pembatasan media sosial sebenarnya bukan sekadar soal regulasi digital. Ia menyentuh pertanyaan yang jauh lebih mendasar: a...